-
10 Januari 2026 2:15 pm

Misi Tektok Gunung Malabar: "Ah Euy" Jalurnya, Puas Puncaknya!

Misi Tektok Gunung Malabar: "Ah Euy" Jalurnya, Puas Puncaknya!



Buat apa bawa tenda kalau bisa nyiksa diri dalam satu hari?Mungkin itu motto kita, para penganut aliran Hiking Tektok. Minggu ini, target operasinya adalah salah satu raksasa tidur di Bandung Selatan: Gunung Malabar.Kenapa saya bilang "Ah Euy"? Karena jujur saja, Gunung Malabar ini sering diremehkan. "Ah, deket ini dari Bandung," atau "Ah, nggak terlalu tinggi kok."Tapi begitu kaki melangkah di jalur pendakiannya... beuh, barulah terucap mantra sakti: "Waduh, tanjakan ah euy..."

Kenapa Tektok Malabar?

Malabar itu unik. Dia bukan gunung "wisata" yang jalurnya landai dan ramah pemula. Malabar itu rimba. Vegetasinya rapat, hutannya lembab, dan tanjakannya... yah, namanya juga gunung, pasti nanjak. Tapi nanjaknya Malabar itu tipe yang "nggak kasih napas".Tektok di sini adalah ujian efisiensi. Kita nggak bawa beban keril 60 liter, cuma daypack isi air, jas hujan, dan logistik tempur. Ringan di punggung, tapi berat di dengkul!

Etape Penderitaan (Yang Bikin Kangen)

1. Start Subuh: Mengejar Kabut Start pendakian (biasanya via Kampung Cibinyon/Cinyiruan) paling enak jam 6 atau 7 pagi. Udara Pangalengan lagi dingin-dingininya. Semangat masih 100%, senyum masih lebar.2. Hutan "Jurassic Park" dan Akar Licin Masuk ke pintu rimba, kita langsung disambut hutan lumut yang eksotis dan lembab. Saking rapatnya pepohonan, sinar matahari kadang susah tembus.Di sini mental mulai diuji. Jalurnya tanah basah bercampur akar-akar pohon besar yang melintang. Kalau salah pijak, siap-siap sliding bebas. Di medan beginilah pemilihan gear itu krusial banget.3. Summit Attack: Dengkul Ketemu Dagu Menjelang Puncak Besar, gradiennya makin sadis. Di fase ini, obrolan biasanya sudah hilang. Hening. Cuma terdengar suara napas yang ngos-ngosan dan suara tongkat trekking pole beradu sama tanah.Setiap lihat ke atas dan sadar puncaknya belum kelihatan, otomatis keluar kata mutiara: "Ah euy, nanjak deui wae ieu teh? (Ah elah, nanjak lagi aja ini?)"

Puncak Besar: Bayaran Lunas Tanpa Buka Tenda

Begitu sampai di Puncak Besar, semua rasa "ah euy" tadi hilang. Kita nggak perlu repot diriin tenda. Cukup duduk di batu, buka bekal (nasi timbel atau roti sobek), seduh kopi portable, dan nikmati pemandangannya.Dari atas sini, Bandung terlihat kecil. Gunung Puntang, Rakutak, sampai Wayang Windu terlihat berjejer rapi. Rasanya magical banget bisa berdiri di atap Bandung Selatan dan sadar kalau nanti sore kita sudah bisa tidur lagi di kasur empuk di rumah.

Perjalanan Turun: Ujian Rem Kaki (Dan Gear)

Jangan senang dulu. Tektok berarti kita harus turun hari itu juga.Turun dari Malabar itu tantangan sendiri, apalagi kalau habis hujan. Jalur tanah jadi seperti lintasan ice skating lumpur. Lutut gemetar, jempol kaki mulai nyut-nyutan nahan rem.Jujur, di turunan licin inilah saya baru benar-benar bersyukur pakai sepatu gunung yang proper. Untungnya, kali ini saya pakai Sepatu Gunung Lavio. Grip solnya ternyata "mengigit" banget di tanah basah dan akar licin. Ngerem di turunan curam jadi jauh lebih pede dan minim drama kepleset. Asli, gear yang tepat itu investasi keselamatan di gunung kayak gini.

Tips Tektok Malabar Biar Aman:

  1. Fisik Wajib Prima: Tektok itu butuh endurance. Jangan modal nekat, minimal seminggu sebelumnya sudah jogging.
  2. Sepatu Trail yang Grip: Ini wajib. Jalur Malabar itu licin dan lembab. Cari sepatu gunung lokal yang tangguh kayak Lavio biar pijakanmu mantap dan nggak gampang gebrus.
  3. Logistik Air: Sumber air di atas agak tricky. Bawa air lebih dari cukup (min. 2-3 liter).
  4. Anti-Pacet: Bawa garam atau tembakau buat mengusir pacet penghuni hutan Malabar.
  5. Hitung Waktu: Set cut-off time. Kalau jam 1 atau 2 siang belum sampai puncak, lebih baik putar balik biar nggak kemalaman di hutan.

Kesimpulan

Tektok Gunung Malabar itu paket lengkap: Hutannya asri, jalurnya spicy, capeknya pol, tapi hemat waktu.Buat kalian yang nyari tantangan "Tanjakan Ah Euy" sesungguhnya, Malabar menunggu. Siapkan betis, siapkan mental, dan pastikan sepatumu siap "mengigit" tanjakan!Salam lestari, salam dengkul tektokers! 🥾⛰️-
Blog Post Lainnya
TENTANG PRODUK LAVIO. Lavio Online Store menawarkan perlengkapan terbaru dan terbaik yang ditawarkan Lavio dalam setiap momen. Saat Anda berbelanja di Lavio, Anda bisa yakin bahwa selama lebih dari tujuh dekade, produk Lavio selalu mengutamakan keunggulan. Ciri khas kami adalah selalu mempersembahkan produk dengan standar kualitas, teknologi, dan inovasi terbaik. . ORIGINALS . Lavio Originals: Merefleksikan warisan Lavio yang tak lekang oleh waktu. Inovatif, mempertahankan ciri klasik, dan selalu autentik, produk Lavio . SPORTS PERFORMANCE . Semua produk Lavio tidak hanya memiliki tampilan yang menarik, namun juga menawarkan performa tak tertandingi. Di divisi Performance, kami terus berupaya untuk menawarkan produk olahraga / hiking. Semangat dan motivasi kami adalah untuk membantu atlet / backpackers yang menuntut performa tertinggi disamping faktor pendukung lainnya. Produk Performance didesain menggunakan terobosan teknologi terbaru. . SAFETY PERFORMANCE FOR WORKING . Lavio juga menawarkan
Social Media
Alamat
089666349249
+6289666349249
Laviofootwear@gmail.com
Perumahan Bumi panyileukan Blok P3 No. 6-7 Kel. Cipadung Kidul Kec. Panyileukan Kota Bandung Jawa Baratn Indonesia
Metode Pengiriman
-
-
-
-
Dapatkan Info Diskon Dan Voucher Menarik Dari Kami
`Daftar
@2026 Lavio Footwear Inc.